Admin Website

Admin Website

Jangan takut rusak untuk belajar

dan jangan sampai rusak saat belajar

WhatsApp_Image_2025-11-06_at_00.02.10.jpeg

Blangpidie, 05 November 2025 — Rasa bangga dan bahagia menyelimuti keluarga besar SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya. Kepala sekolah, Bapak Ibrahim Mai, S.Pd., M.Pd., berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Terbaik 1 Apresiasi GTK Dedikatif kategori Kepala SMA pada ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tahun 2025 Tingkat Provinsi Aceh.

Apresiasi GTK merupakan ajang penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bentuk apresiasi terhadap guru dan tenaga kependidikan yang berdedikasi tinggi dalam mengembangkan mutu pendidikan. Dari puluhan peserta yang mewakili berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Bapak Ibrahim Mai berhasil menonjol dengan inovasi kepemimpinan dan program transformasi yang berdampak luas bagi perkembangan sekolah dan peserta didik.

Prestasi ini diraih berkat komitmen dan konsistensi beliau dalam menggerakkan program unggulan sekolah bertajuk “Transformasi Budaya Sekolah dalam Menumbuhkan 7 KAIH untuk Mewujudkan Generasi Sehat dan Peduli Lingkungan di SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya.”

Program 7 KAIH menjadi gerakan budaya sekolah yang menekankan pembentukan karakter dan kebiasaan positif melalui tujuh nilai utama, yaitu:

  1. Bangun Pagi, melatih kedisiplinan dan tanggung jawab diri;

  2. Beribadah, menumbuhkan keimanan, ketakwaan, dan spiritualitas peserta didik;

  3. Berolahraga, menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani;

  4. Makan Sehat dan Bergizi, membiasakan pola hidup sehat dan seimbang;

  5. Gemar Belajar, menumbuhkan semangat literasi, numerasi, dan berpikir kritis;

  6. Bermasyarakat, menanamkan nilai sosial, empati, dan gotong royong;

  7. Tidur Cepat, membentuk pola hidup teratur dan menjaga keseimbangan antara belajar dan istirahat.

Melalui penerapan 7 KAIH ini, SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya terus bertransformasi menjadi sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga berfokus pada pembentukan karakter, kesehatan, dan kepedulian lingkungan. Program ini melibatkan seluruh warga sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, hingga komite sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berbudaya positif.

Atas keberhasilannya dalam mengembangkan dan menerapkan program tersebut, Bapak Ibrahim Mai, S.Pd., M.Pd., tidak hanya dinobatkan sebagai peraih Terbaik 1 GTK Dedikatif kategori Kepala SMA Tingkat Provinsi Aceh, tetapi juga terpilih mewakili Provinsi Aceh ke ajang Apresiasi GTK Dedikatif Tingkat Nasional Tahun 2025.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan besar bagi Kabupaten Aceh Barat Daya, khususnya bagi dunia pendidikan di wilayah tersebut. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang visioner, kolaboratif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan mampu membawa perubahan nyata di lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan terpisah, Bapak Ibrahim Mai menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan panjang transformasi budaya di SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya.

“Prestasi ini bukan semata hasil kerja pribadi, melainkan kerja keras dan semangat seluruh warga sekolah. Saya hanya menjadi bagian dari perjuangan bersama dalam mewujudkan sekolah yang sehat, berkarakter, dan peduli lingkungan. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi semua pendidik untuk terus berbuat, berinovasi, dan menebar manfaat,” ungkapnya dengan penuh rasa haru.

Sementara itu, seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya turut menyambut gembira capaian tersebut. Dukungan dan doa terus mengalir agar Bapak Ibrahim Mai, S.Pd., M.Pd. dapat memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Provinsi Aceh pada Apresiasi GTK Dedikatif Tingkat Nasional Tahun 2025.

Dengan semangat Transformasi Budaya Sekolah dan Gerakan 7 KAIH, SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya akan terus berkomitmen membentuk generasi muda yang sehat jasmani dan rohani, berkarakter kuat, serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Aceh Barat Daya, 30 September 2025 – Tim Penilai Adiwiyata Kabupaten Aceh Barat Daya melaksanakan penilaian lapangan di SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya pada Selasa (30/9/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses verifikasi terhadap kesiapan sekolah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang berwawasan lingkungan.

a.png

 

Kedatangan tim disambut langsung oleh Wakil Kepala Sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik. Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah Ayunda Sari, S.Pd., M.PMat menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai program, di antaranya pengelolaan sampah 3R, penghijauan sekolah, konservasi air, konservasi energi, serta pembiasaan budaya bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

b.png

Tim penilai melakukan pengecekan dokumen administrasi, meninjau sarana prasarana, serta mengamati partisipasi aktif warga sekolah dalam penerapan prinsip Adiwiyata. Selain itu, siswa juga menampilkan berbagai inovasi ramah lingkungan seperti kreasi daur ulang, pojok literasi hijau, serta pemanfaatan taman sekolah sebagai media pembelajaran.

au.png

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan tim penilai menyampaikan apresiasi atas keseriusan SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya dalam mendukung program Adiwiyata. “Kami melihat ada semangat luar biasa dari seluruh warga sekolah. Kolaborasi guru, siswa, dan lingkungan sekitar menjadi modal besar untuk mencapai predikat Sekolah Adiwiyata,” ujar salah satu anggota tim penilai.

Penilaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya untuk terus meningkatkan peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menanamkan karakter peduli lingkungan kepada peserta didik.

Blangpidie – Dalam rangka memperingati 20 tahun (2 dekade) perdamaian Aceh, keluarga besar SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya menggelar kegiatan Baca Yasin dan doa bersama pada Tanggal 15 Agustus 2025. Acara ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus refleksi atas perjalanan panjang Aceh menuju perdamaian yang telah membawa ketenangan dan kemajuan bagi masyarakat.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Teungku (Guru) Pesantren MUDI Desa Cot Mane, yang merupakan alumni kebanggaan SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya. Kehadiran beliau memberikan makna tersendiri bagi seluruh peserta kegiatan, mengingat peran alumni dalam menguatkan ikatan silaturahmi dan memberikan teladan positif bagi generasi penerus.

Sejak pagi, suasana di halaman sekolah sudah dipenuhi oleh para siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang berkumpul dengan penuh khidmat. Acara diawali dengan sambutan dari Kepala SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya, Bapak Ibrahim Mai, S.Pd., M.Pd, yang menyampaikan pentingnya mengenang sejarah perdamaian Aceh sebagai tonggak berharga dalam perjalanan daerah ini.

Beliau menekankan bahwa perdamaian yang telah terjalin selama 20 tahun ini harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, dengan terus menumbuhkan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan saling menghormati.

Bacaan Yasin dan doa bersama berlangsung dengan penuh kekhusyukan, dipimpin oleh teungku pesantren. Doa dipanjatkan untuk keselamatan dan kemakmuran Aceh, agar senantiasa berada dalam naungan Allah SWT dan dijauhkan dari segala bentuk perselisihan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peringatan sejarah, tetapi juga sebagai sarana mempererat ukhuwah di lingkungan sekolah. Seluruh warga SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya berharap, semangat damai ini terus terjaga dan menginspirasi generasi masa depan untuk terus mengedepankan dialog, persaudaraan, dan kerja sama dalam membangun Aceh yang lebih baik.

Blangpidie – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya menggelar karnaval tingkat kabupaten yang berlangsung meriah di pusat kota Blangpidie pada tanggal 14 Agustus 2025. Acara ini diikuti oleh berbagai sekolah dari Kecamatan Blangpidie dan Kecamatan Susoh wilayah kabupaten Aceh Barat Daya.

Dari seluruh peserta yang hadir, SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya mencatatkan capaian istimewa sebagai satu-satunya sekolah dari luar Kecamatan Blangpidie dan Kecamatan Susoh yang turut memeriahkan kegiatan tersebut. Kehadiran ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menanamkan semangat kebangsaan, kebersamaan, dan partisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

Rombongan SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Bapak Ibrahim Mai, S.Pd., M.Pd., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Mukhlisin, S.Pd., dan Pembina OSIS, Bapak Edi Rinaldi, S.Pd. Seluruh guru dan siswa yang terlibat menunjukkan penampilan yang kompak, kreatif, dan penuh semangat, sehingga mendapat apresiasi dari masyarakat yang memadati rute karnaval.

Dalam keterangannya, Kepala SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya menyampaikan bahwa keikutsertaan sekolah pada kegiatan ini memiliki makna penting. “Partisipasi kami bukan hanya sebagai bentuk perayaan HUT RI, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi antarwarga sekolah dengan masyarakat, sekaligus memperkuat rasa persatuan di Kabupaten Aceh Barat Daya,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyaluran kreativitas siswa, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter yang menumbuhkan nilai-nilai kedisiplinan, kerjasama, dan cinta tanah air. SMA Negeri 6 Aceh Barat Daya berharap keterlibatan pada karnaval tahun ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus berkontribusi aktif dalam kegiatan positif di tingkat kabupaten.

Halaman 1 dari 6